Bawaslu Kabupaten Bogor Bekali Pelajar Jadi Pengawas Partisipatif Pemilu

Bogor, Sibarinews24 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bogor memberikan pembekalan kepada 20 pelajar tingkat SMA/SMK mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu. Kegiatan tersebut dikemas melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik generasi muda.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Ridwan Arifin, menjelaskan bahwa peserta dipilih dari kalangan ketua dan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Menurutnya, kelompok tersebut mewakili pemilih pemula yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi Indonesia pada masa depan.

Ridwan menilai generasi muda merupakan kelompok pemilih yang jumlahnya terus bertambah dan akan menjadi salah satu penentu arah demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman sejak dini mengenai proses kepemiluan serta pentingnya menjaga integritas dalam setiap tahapan pemilu.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai sistem pemilu di Indonesia, tugas dan kewenangan Bawaslu, berbagai bentuk pelanggaran pemilu, pengawasan kampanye, pencegahan politik uang, hingga pentingnya pengawasan partisipatif oleh masyarakat.

Selain itu, para pelajar juga diberikan edukasi mengenai pemanfaatan media digital secara bijak untuk menangkal penyebaran hoaks maupun disinformasi yang berpotensi memengaruhi proses demokrasi.

Program tersebut tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta permainan edukatif. Melalui metode tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pemilu sekaligus merumuskan peran mereka sebagai pelajar dalam membangun budaya demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor, R. Irwan Purnawan, yang hadir mewakili Ketua DPRD Kabupaten Bogor, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Pendidikan Pengawas Partisipatif. Ia berharap para ketua dan pengurus OSIS mampu menjadi pelopor pengawasan partisipatif, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat mendorong para pelajar menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas, sekaligus berani menolak praktik politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta berbagai bentuk pelanggaran pemilu.

Di sisi lain, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan bagian dari komitmen Bawaslu dalam membangun demokrasi yang melibatkan masyarakat secara aktif. Ia menekankan bahwa partisipasi publik tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih, tetapi juga ikut mengawasi seluruh proses penyelenggaraan pemilu.

Lolly mengungkapkan bahwa pelaksanaan program P2P di berbagai daerah berjalan dengan baik. Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta dari Kabupaten Bogor yang dinilai memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu.

Menurutnya, semangat dan pemahaman para pelajar tersebut menjadi harapan positif bagi lahirnya generasi muda yang mampu menjaga kualitas demokrasi Indonesia di masa mendatang.

(RED)