Rano Karno Ajak Pengendara Hormati Zebra Cross dan Pelican Crossing demi Keselamatan Pejalan Kaki

Jakarta, SibharaNews24– Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih disiplin dalam menghormati hak pejalan kaki, khususnya saat melintas di zebra cross maupun pelican crossing. Menurutnya, masih banyak pengendara yang belum memahami fungsi utama fasilitas penyeberangan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Rano Karno saat menanggapi insiden perselisihan antara seorang petugas keamanan proyek MRT dan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, yang sempat menjadi perhatian publik.

Usai menghadiri Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta pada Jumat (25/7/2026), Rano menilai kesadaran berlalu lintas masyarakat masih perlu terus ditingkatkan.

Menurutnya, zebra cross dan pelican crossing dibuat untuk memberikan prioritas kepada pejalan kaki agar dapat menyeberang dengan aman. Karena itu, pengendara kendaraan bermotor wajib memberikan kesempatan kepada pejalan kaki sesuai aturan lalu lintas yang berlaku.

Rano juga membandingkan kondisi di Jakarta dengan sejumlah negara lain yang dinilainya telah memiliki budaya disiplin dalam menghormati hak pejalan kaki.

Ia menyebutkan bahwa di banyak negara, kendaraan akan secara otomatis berhenti ketika ada pejalan kaki yang hendak menyeberang di zebra cross. Budaya tersebut, menurutnya, perlu ditanamkan dan diterapkan secara konsisten di Indonesia.

Selain itu, Rano mengingatkan bahwa setiap marka jalan memiliki fungsi penting dalam menjaga ketertiban dan keselamatan lalu lintas. Oleh sebab itu, seluruh pengguna jalan diharapkan mematuhi rambu dan marka yang telah disediakan, bukan mengabaikannya.

Ia menambahkan bahwa terciptanya ketertiban lalu lintas tidak hanya bergantung pada pengawasan aparat, tetapi juga pada kesadaran dan kepatuhan setiap pengendara terhadap aturan yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Rano memastikan persoalan antara satpam proyek MRT dan pengemudi Toyota Alphard telah diselesaikan secara damai setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan melalui proses mediasi.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan adu mulut antara petugas keamanan proyek MRT dan pengemudi Toyota Alphard viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di pelican crossing Bundaran HI setelah petugas menegur pengemudi yang melintas ketika pejalan kaki sedang memperoleh kesempatan menyeberang.

Perkara itu kemudian dimediasi oleh pihak kepolisian dan berakhir dengan penyelesaian secara damai. Meski demikian, peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya kepatuhan seluruh pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas, terutama dalam menghormati hak pejalan kaki.

(SAL)