Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Indonesia Tetap Bebas Aktif dan Dukung Kemerdekaan Palestina

Jakarta, Sibarinews24 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menjalankan politik luar negeri yang berlandaskan prinsip bebas aktif serta menjaga hubungan baik dengan seluruh negara di dunia tanpa memihak kekuatan tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (23/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan Indonesia bersyukur dapat mempertahankan posisi sebagai negara nonblok yang menghormati seluruh negara maupun kekuatan global. Menurutnya, prinsip bebas aktif tetap menjadi landasan utama dalam menjalankan hubungan internasional.

Presiden juga menjelaskan bahwa arah politik luar negeri pemerintahannya mengedepankan semangat menjadi mitra dan tetangga yang baik bagi seluruh negara. Pendekatan tersebut, kata Prabowo, dilakukan untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan menguntungkan.

Meski demikian, ia menegaskan terdapat satu prinsip yang tidak dapat ditawar dalam kebijakan luar negeri Indonesia, yakni dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Sikap tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen Indonesia yang terus dijaga dalam berbagai forum internasional.

Selain memperkuat hubungan diplomatik, Prabowo menyatakan pemerintah juga terus meningkatkan kemampuan pertahanan nasional. Menurutnya, Indonesia menginginkan hubungan yang damai dengan seluruh negara, namun tetap harus memiliki kekuatan untuk menjaga kedaulatan dan mencegah segala bentuk ancaman dari luar.

Ia menambahkan bahwa sistem pertahanan Indonesia tetap mengacu pada konsep pertahanan rakyat semesta, yang melibatkan seluruh komponen bangsa dalam menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat terus memainkan peran sebagai negara yang aktif dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus tetap tegas dalam mempertahankan kepentingan nasional dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Jakarta, Sibarinews24 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menjalankan politik luar negeri yang berlandaskan prinsip bebas aktif serta menjaga hubungan baik dengan seluruh negara di dunia tanpa memihak kekuatan tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (23/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan Indonesia bersyukur dapat mempertahankan posisi sebagai negara nonblok yang menghormati seluruh negara maupun kekuatan global. Menurutnya, prinsip bebas aktif tetap menjadi landasan utama dalam menjalankan hubungan internasional.

Presiden juga menjelaskan bahwa arah politik luar negeri pemerintahannya mengedepankan semangat menjadi mitra dan tetangga yang baik bagi seluruh negara. Pendekatan tersebut, kata Prabowo, dilakukan untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan menguntungkan.

Meski demikian, ia menegaskan terdapat satu prinsip yang tidak dapat ditawar dalam kebijakan luar negeri Indonesia, yakni dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Sikap tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen Indonesia yang terus dijaga dalam berbagai forum internasional.

Selain memperkuat hubungan diplomatik, Prabowo menyatakan pemerintah juga terus meningkatkan kemampuan pertahanan nasional. Menurutnya, Indonesia menginginkan hubungan yang damai dengan seluruh negara, namun tetap harus memiliki kekuatan untuk menjaga kedaulatan dan mencegah segala bentuk ancaman dari luar.

Ia menambahkan bahwa sistem pertahanan Indonesia tetap mengacu pada konsep pertahanan rakyat semesta, yang melibatkan seluruh komponen bangsa dalam menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat terus memainkan peran sebagai negara yang aktif dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus tetap tegas dalam mempertahankan kepentingan nasional dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

(RED)