Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sidikalang, SibharaNews24.com//
Miris rasanya pengaspalan malam ini sayang amat anggaran ini, pertanyaannya :
Apakah baik hasilnya bila saat pengaspalan hotmix dilaksanakan selesai hujan deras…..???
Jawabannya singkat:
Tidak baik. Hasilnya pasti jelek dan itu memang dilarang…!!!
Dalam aturan teknis, pengaspalan tidak diperbolehkan dilakukan saat permukaan jalan basah atau dalam kondisi hujan. Ini sebagaimana diatur dalam Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 Divisi 6, yang menyebutkan pekerjaan hamparan campuran aspal panas harus dilakukan pada permukaan yang kering, bersih, dan tidak tergenang air agar aspal dapat melekat sempurna
Kenapa selesai hujan deras tetap tidak boleh langsung gelar?
1. Lemnya tidak akan nempel
Sebelum hotmix digelar, harus disiram tack coat (lem aspal). Kalau lantai masih basah, tack coat tidak mengikat. (Ibarat pasang plester di kulit basah).
2. Suhu jatuh mendadak
Hotmix itu harus digelar panas, standarnya suhu hamparan minimal 135°C dan tidak boleh terkena air selama proses penghamparan. Air sisa hujan suhunya 25-30°C. Begitu hotmix 150°C ketemu air, suhunya langsung drop ke 90-100°C. Padahal di bawah 120°C sudah tidak bisa dipadatkan sempurna. Hasilnya berpori dan gembur.
3. Air terperangkap jadi uap
Air yang kejebak di bawah hotmix akan mendidih jadi uap. Uap itu bikin gelembung di dalam aspal. Di dunia teknik ini disebut stripping dan pumping. Secara teknis, pengaspalan dalam kondisi basah sangat dilarang karena berdampak fatal pada mutu, air hujan membuat daya rekat hilang.
Sampai sekarang pun belum ada aspal yang tahan terhadap hujan dan genangan saat dipasang, karena kalau dilintasi kendaraan akan terjadi pumping dan ikatan aspal melemah.
Apa akibatnya kalau tetap dipaksakan?
• 1-2 minggu: warna pucat, sudah mulai rontok agregatnya.
• 1-3 bulan: retak buaya, terkelupas, bergelombang kalau diinjak rem.
• 3-6 bulan: lubang. Umur jalan yang seharusnya 8-10 tahun jadi habis dalam hitungan bulan.
Makanya warga sering komplain “jalan baru kok sudah rusak”. Jadi prosedurlah yang tidak benar setelah hujan deras kenapa harus memaksa tetap menghampar atau pengaspalan.
Saat narasumber menanyakan pengawas PU BINA MARGA tentang prosedur pekerjaan malam itu, jawabannya mengecewakan rakyat dan pengawaspun sekongkol dengan pengusaha untuk membodohi masyarakat (MIRIS SEKALI…).
Bagaimana dengan Pemerintah Kabupaten Dairi….inikah kualitas Pengawasanmu…!!! Kesannya ASAL JADI dan BULAN DEPAN SISIP LAGI JALANNYA. (Asa adong ulaon taon naro)
Kesannya SIGURBAK ULU, tanpa peduli Kualitas dan kuantitas yang membagakan.
Maol do maju DAIRI on molo songonon do cara kerja dan pengawasan yang asal jadi.
#d.hams//PNB.