Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

BANTAENG – SIBHARANews24.com|| Penyuluh Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bantaeng, Andi Rahmat, S.Pi, turun langsung ke Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Rabu (12/08/2026), guna mendengarkan secara langsung berbagai keluh kesah para pembudidaya rumput laut. Kehadiran beliau menyasar kendala musim kemarau yang memicu kegagalan panen, sekaligus menyerap harapan warga agar harga jual hasil panen tetap terjaga dan stabil.
Saat diwawancarai, Andi Rahmat, S.Pi menyampaikan bahwa pihaknya menyadari sepenuhnya dampak musim kemarau yang sedang melanda wilayah tersebut. Curah hujan yang minim menyebabkan kadar air tawar di perairan berkurang, sehingga keseimbangan air laut menjadi tidak menentu. Kondisi inilah yang memicu tumbuhnya penyakit pada tanaman rumput laut, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan dan menyebabkan kegagalan panen.
“Kami selaku penyuluh perikanan memahami betul apa yang sedang dialami oleh para petani Desa Bonto Jai di lapangan. Musim kemarau yang berkepanjangan ini mengubah kondisi air laut, dan perubahan itulah yang memicu penyakit pada rumput laut. Hal inilah yang menjadi penyebab utama kegagalan panen saat ini,” ungkap Andi Rahmat, S.Pi.
Mendengar aspirasi dan harapan warga agar harga jual rumput laut tetap stabil dan senantiasa meningkat, Andi Rahmat menyambut baik dan memahami sepenuhnya keinginan para pembudidaya.
“Harapan warga agar harga tetap stabil dan terus mengalami kenaikan adalah hal yang sangat wajar dan kami dukung sepenuhnya. Semoga ke depannya harga tetap terjaga dengan baik, sehingga semangat para petani dalam membudidayakan rumput laut tidak pernah surut. Semoga usaha kita semua semakin maju, berkembang, dan sejahtera,” tegasnya.
Terkait perbedaan jenis dan harga rumput laut, Andi Rahmat juga menanggapi harapan warga yang menyampaikan bahwa terdapat tiga jenis rumput laut yang dibudidayakan di pesisir pantai Desa Bonto Jai, yaitu Spinosum, Cotonik, dan Sakul. Masing-masing memiliki karakteristik serta harga yang berbeda-beda.
“Para petani berharap agar harga rumput laut jenis Spinosum dapat stabil di angka Rp10.000 per kilogram, sedangkan untuk jenis Cotonik dan Sakul dapat bertahan di kisaran Rp30.000 hingga Rp33.000 per kilogram. Apabila harga dapat terjaga di kisaran tersebut, maka para petani sudah merasa sangat bersyukur dan terbantu kesejahteraannya,” jelas Andi Rahmat, S.Pi menyampaikan aspirasi warga.
Lebih lanjut, Andi Rahmat menindaklanjuti apa keluhan petani rumput laut, ia akan mencatat dan menyampaikan seluruh harapan serta kendala yang dialami petani kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Pusat. Hal tersebut guna menjadi bahan pertimbangan kebijakan serta pendampingan yang lebih baik lagi bagi kemajuan para pembudidaya rumput laut di Desa Bonto Jai, pungkasnya.
Penulis:
Jamaluddin S.