Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sumbawa Barat – PT Amman Mineral Internasional Tbk (Amman) resmi menyelesaikan pembangunan fasilitas smelter tembaga di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Rampungnya proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menjadi langkah penting dalam memperkuat program hilirisasi industri mineral di Indonesia.
Presiden Direktur Amman, Arief Sidarto, mengatakan keberhasilan penyelesaian proyek tersebut merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh pihak yang terlibat selama proses pembangunan hingga tahap komisioning.
Menurutnya, proyek ini menjadi salah satu pencapaian terbesar perusahaan dalam membangun kompleks smelter tembaga dan fasilitas pemurnian logam mulia yang terintegrasi dengan teknologi modern.
Arief menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan serta mitra kerja yang dinilai mampu menghadapi berbagai tantangan selama proses konstruksi hingga fasilitas siap beroperasi secara penuh.
Ia juga berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing industri pengolahan mineral nasional. Dengan dukungan regulasi yang kuat, Indonesia dinilai dapat memaksimalkan manfaat hilirisasi sekaligus tetap kompetitif di tengah perkembangan industri global.
Penyelesaian proyek ditandai dengan penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) antara PT Amman Mineral Internasional Tbk dan China Nonferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. (NFC) di Beijing, China, pada 18 Juli 2026.
Penandatanganan dokumen tersebut menandai seluruh pekerjaan konstruksi dan proses komisioning telah diselesaikan sesuai dengan ketentuan kontrak. Meski fasilitas telah beroperasi selama lebih dari satu tahun, pencapaian ini memastikan seluruh uji jaminan kinerja (performance guarantee test) telah terpenuhi sehingga smelter resmi memasuki fase operasi jangka panjang.
Smelter Amman memiliki kapasitas pengolahan hingga 900 ribu metrik ton konsentrat tembaga per tahun. Pasokan bahan baku berasal dari Tambang Batu Hijau dan pada tahap selanjutnya juga akan didukung produksi dari Tambang Elang.
Fasilitas pengolahan tersebut dirancang menghasilkan berbagai produk bernilai tambah, seperti katoda tembaga, emas, perak, asam sulfat, dan selenium. Produk-produk tersebut memiliki peran penting sebagai bahan baku bagi berbagai sektor industri, mulai dari energi terbarukan, kendaraan listrik, teknologi digital, hingga industri manufaktur berteknologi tinggi.
Dengan seluruh proses pemurnian dilakukan di dalam negeri, keberadaan smelter ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan industri hilir.
(RED)